games we played, outings to the park,
and the way you always tried to cheer me when I was down?
Did I ever say thanks for the sacrifices you made
so I could be involved in so many enriching activities?
Did I ever say thanks for working so hard
to provide for our family?
Did I ever say thanks for having such faith in me
and always being there when I needed you?
Most of all, Did I ever say thanks for caring?
DAD, I LOVE YOU
Mungkin kata-kata itulah yang ingin gw sampaikan bila gw diberikan kesempatan untuk bertemu langsung dengannya lagi. Namun hanya tabur bunga dan doa yang bisa gw lakukan untuk menghormatinya dan sebagai ucapan terima kasih atas semua yang pernah beliau berikan ke gw. Seperti apa yang siang ini gw lakukan.
Sambil berdoa di tempat peristirahatan nya yang terakhir, gw jadi teringat akan perjuangan hidupnya melawan stroke yang selalu menggerogoti kesehatannya. Selama 10 tahun beliau bertahan. Sungguh perjuangan yang luar biasa. Beliau sanggup menahan 6 kali stoke yang datang menyerang. Namun akhirnya harus menyerah pada hari jumat tanggal 13 oktober 2006.
Memang beliau bukanlah figur ayah yang sempurna. Karena bagaimanapun juga, beliau hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Tapi dari situlah gw banyak belajar bagaimana menghadapi hidup ini. Mengambil segala kelebihan yang pernah beliau ajarkan dan meninggalkan kekurangan-kekurangan nya.
I love you Dad, and I miss you so much.....
Memang beliau bukanlah figur ayah yang sempurna. Karena bagaimanapun juga, beliau hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Tapi dari situlah gw banyak belajar bagaimana menghadapi hidup ini. Mengambil segala kelebihan yang pernah beliau ajarkan dan meninggalkan kekurangan-kekurangan nya.
I love you Dad, and I miss you so much.....
No comments:
Post a Comment